Habib Abdulrohman bin Husain al-Habsyi dari Yaman telah mengadakan lawatan spiritual ke Pesantren Mathaliul Huda AL-Kautsar (17/01/21). Setelah bersilaturrahm dengan Pengasuh PMH ALkautsar KH. Ahmad Zacky Fuad Abdillah beserta Dewan Asatidz beliau kemudian memberikan tausiah umum untuk santri-santri PMH Alkautsar di Masjid Ummul Qura.

Dalam Tausyiyahnya Habib Abdulrohman Husain berpesan kepada para santri agar sungguh-sungguh dalam belajar dan mendalami Al-Qur’an. Belajar agama harus serius dan memperhatikan tradisi-tradisi  para ulama terdahulu yang bersanad ke Rasulullah saw.

Selain itu, santri juga harus Ber-akhlaq dengan akhlaq para wali Allah dan para shalihin, seperti mempunyai hati yang jernih, tawadlu’ dan menjaga hubungan kepada Allah.
Santri juga harus membersihkan hatinya dari penyakit-penyakit hati, terutama dengki dan sombong. Santri harus wara’ yaitu menjaga dirinya dari berbuat dosa. Perbuatan maksiat adalah benteng yang menghalangi seorang santri untuk bisa naik derajat dan mendapatkan ilmu yang tinggi.
Dalam mencari ilmu agama diperlukan riyadloh Yaitu melakukan amalan-amalan spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah.  Riyadloh paling penting bagi santri adalah menjaga solat berjamaah. Ada hadist Rasulullah saw bersapda: barangsiapa yang menemukan takbiratul ihram bersama imam selama 40 hari maka dia dibebaskan dari neraka dan dari kemunafikan. Berarti yang tidak melakukan itu berpotensi terjangkiti sifat munafiq.
Menuutup tausyiahnya, Habib Abdulrahman Ahabsyi memberikan ijazah kitab Arrisalah aljaamiah wat Tadzkirah an-Nafiah karangan Habib Ahmad bin Zain al-Habsyi yang merupakan kakek dari Habib Abdulrahman AlHabsyi sendiri.
Pesantren PMH ALkautsar secara rutin dikunjungi para habaib dari berbagai negara yang kebetulan berkunjung ke Indonesia. Setiap ada kunjungan habaib ke Indonesia, selalu diadakan kegiatan tausyiah umum untuk para satri dan seluruh anggota Dewan Asatidz pesantren.